Lewat Syawalan, Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Perkuat Sinergi Bangun Kota

Lewat Syawalan, Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Perkuat Sinergi Bangun Kota

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak organisasi Muhammadiyah untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan Kota Makassar melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Ajakan tersebut disampaikan Munafri, yang akrab disapa Appi, saat menghadiri kegiatan Syawalan 1447 Hijriah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar di Gedung BBPMP Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Minggu (12/4).

Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang dinilai konsisten mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pertemuan ini menjadi bagian penting bagaimana pemerintah kota bersama organisasi besar seperti Muhammadiyah terus membangun sinergi, bekerja sama, dan berkolaborasi untuk membangun Kota Makassar,” ujarnya.

Menurutnya, Muhammadiyah merupakan elemen strategis dengan jaringan luas dan sumber daya yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kota.

Di sektor pendidikan, Munafri mendorong agar sekolah-sekolah Muhammadiyah tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Ia juga membuka peluang kerja sama dengan skema pembiayaan dari pemerintah bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Ini bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan di Kota Makassar,” katanya.

Selain itu, Munafri menyoroti persoalan sampah yang mencapai sekitar 1.000 ton per hari.

Ia mengajak Muhammadiyah turut berperan aktif dalam edukasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi baru.

“Ini bisa menjadi peluang, sumber penghasilan tambahan bagi keluarga jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Pemkot Makassar, lanjutnya, telah mengembangkan pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga, termasuk pemanfaatan maggot sebagai pengurai.

Program ini diintegrasikan dengan urban farming untuk mendukung ketahanan pangan.

“Dari sampah menjadi maggot, dari maggot menjadi pakan ternak, dari kompos menjadi pupuk, lalu dimanfaatkan untuk urban farming. Ini sistem yang saling terhubung dan memberi manfaat langsung,” jelasnya.

Munafri juga mengusulkan agar kader Muhammadiyah dapat membina minimal dua lorong sebagai percontohan pengelolaan sampah terintegrasi.

Di sisi lain, ia mengungkapkan adanya peluang investasi pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah di Makassar dengan nilai mencapai Rp3 triliun sebagai bagian dari solusi jangka panjang pengelolaan lingkungan.

Menutup sambutannya, Munafri menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan ini sendiri tanpa kolaborasi dan kerja sama,” pungkasnya.

Berita Terkait
Baca Juga