Lewat GENTING, DPPKB Makassar Salurkan Rumah Layak Huni untuk Keluarga Penerima Manfaat

Lewat GENTING, DPPKB Makassar Salurkan Rumah Layak Huni untuk Keluarga Penerima Manfaat

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Makassar tidak hanya dilakukan melalui intervensi kesehatan dan pemenuhan gizi, tetapi juga dengan memastikan keluarga memiliki lingkungan tempat tinggal yang layak.

Hal tersebut diwujudkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dengan menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada keluarga penerima manfaat.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah bersama mitra kerja melalui program GENTING.

Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kepala DPPKB Kota Makassar, Irwan Bangsawan, mengatakan penanganan stunting membutuhkan intervensi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga, termasuk kondisi tempat tinggal.

“Pencegahan stunting tidak hanya berbicara tentang kesehatan dan gizi. Lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Irwan.

Menurutnya, program GENTING menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga kolaborasi dengan mitra, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Irwan berharap bantuan rumah layak huni tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak.

“Yang kita harapkan bukan sekadar bantuan rumah, tetapi bagaimana keluarga mendapatkan lingkungan yang lebih layak sehingga kualitas hidupnya meningkat. Ini bagian dari upaya kita membangun keluarga yang sehat, kuat, dan sejahtera,” katanya.

Ia menambahkan, DPPKB akan terus mendorong pendekatan pembangunan keluarga secara terpadu dengan mengintegrasikan aspek kesehatan, pengasuhan, lingkungan, serta ketahanan keluarga dalam upaya pencegahan stunting.

“Kolaborasi seperti ini harus terus diperluas. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula dampak yang bisa kita berikan kepada keluarga, khususnya keluarga yang memiliki risiko stunting,” pungkas Irwan.

Berita Terkait
Baca Juga