Lantik Pengurus IKDA Makassar, Munafri Minta Da’i Perkuat Persatuan Umat

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya peran da’i dalam memperkuat persatuan umat serta menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan solutif di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.
Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Da’i Sulawesi Selatan (IKDA Sulsel) Cabang Makassar bertema “Membangun Kemandirian Dakwah di Era Modern” di Whiz Prime Hotel Hasanuddin Makassar, Minggu (21/6).
Dalam kegiatan tersebut, Munafri didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief.
Menurut Munafri, keberadaan da’i memiliki posisi strategis karena tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui pendidikan dan pembinaan umat.
“Kehadiran da’i di tengah masyarakat memiliki pengaruh yang sangat besar. Apa yang disampaikan seorang da’i sering menjadi rujukan masyarakat dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa seorang da’i tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga harus dibekali kapasitas keilmuan yang kuat, metode dakwah yang santun, serta kemampuan memahami perkembangan zaman.
Karena itu, Munafri berharap IKDA Sulsel Cabang Makassar dapat menjadi wadah peningkatan kualitas dan profesionalisme da’i melalui penguatan kapasitas, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan wawasan keilmuan.
“Melalui organisasi ini, saya berharap ada tanggung jawab bersama untuk menjaga konsistensi, kualitas, dan eksistensi para da’i dengan terus memperbarui pengetahuan sesuai perkembangan zaman,” katanya.
Munafri juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas dakwah.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah sekaligus memperkaya sumber-sumber ilmu yang kredibel.
“Hari ini kita berada di era digitalisasi. Ini bukan penghalang, tetapi menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas dakwah dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa da’i bukan sekadar penceramah, melainkan figur teladan yang diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Da’i bukan hanya juru ceramah, tetapi juga panutan yang kehadirannya harus mampu memberikan pencerahan dan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Munafri juga mengajak para da’i untuk mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.
Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus berperan dalam penyelesaian persoalan sosial, pendidikan, dan pembinaan masyarakat.
“Masjid harus menjadi episentrum penyelesaian persoalan masyarakat. Di sinilah peran aktif para da’i bersama imam masjid menjadi sangat penting,” ujarnya.
Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, siap berkolaborasi dengan IKDA Sulsel dalam berbagai program peningkatan kapasitas da’i guna menghadirkan dakwah yang menyejukkan, memperkuat persatuan umat, dan menjawab tantangan sosial di era modern.
Sementara itu, Ketua Umum IKDA Sulsel Cabang Makassar, Dedi Gunawan Saputra, menegaskan komitmen organisasinya untuk melahirkan da’i profesional yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, IKDA hadir tidak hanya untuk memperkuat kapasitas keagamaan para da’i, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan di bidang ekonomi, teknologi digital, dan sosial kemasyarakatan.
“Kami mengusung tagline ‘Dakwah Beradab, Makassar Bermartabat’. Ini menjadi semangat kami untuk melahirkan da’i yang memiliki pemahaman agama yang baik, unggul dalam literasi digital, dan tetap berpijak pada kearifan lokal,” ujarnya.
Dedi menjelaskan, IKDA Sulsel Cabang Makassar menjalankan program melalui empat bidang utama, yakni Dakwah dan Pengembangan SDM, Ekonomi dan Usaha Kreatif, Media dan Humas, serta Hukum dan Hubungan Antarlembaga.
Selain menyediakan layanan keagamaan seperti khatib Jumat, ceramah keagamaan, pembinaan majelis taklim, dan pengajian rutin, IKDA juga aktif menggelar pelatihan peningkatan kapasitas da’i, workshop keterampilan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia menambahkan, penguatan dakwah saat ini membutuhkan pendekatan yang inovatif dan adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.
“Karena itu, kami terus mendorong penguatan dakwah digital, sertifikasi kompetensi da’i, kemandirian ekonomi, serta pembinaan generasi muda agar estafet dakwah tetap terjaga,” katanya.
Dedi menegaskan, IKDA Sulsel Cabang Makassar terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pihak lainnya dalam membangun masyarakat yang religius, berdaya, dan bermartabat.
“Kami percaya penguatan dakwah membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” tutupnya.