Langkah Tegas, Legislator Dukung Munafri Evaluasi BUMD

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Tim Transisi MULIA di Ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, belum lama ini.
Pada kesempatan tersebut, Munafri meminta kejelasan mengenai hambatan yang dihadapi BUMD. Hal ini dilakukan karena, Appi, sapaan akrabnya, menyoroti target tahunan yang tidak tercapai oleh seluruh BUMD yang artinya perlu dibenahi.
Munafri bahkan siap melakukan evaluasi kepada jajaran direksi BUMD. jika suatu BUMD tidak berdampak positif bagi pemerintah dan masyarakat, maka perlu dipertimbangkan ulang keberadaannya.
Ketua Komisi B DPRD Makassar Ismail sangat mendukung langkah tegas Munafri dalam melakukan evaluasi bagi BUMD yang sulit mencapai target tahunannya.
“Kalau menurut saya Pak Appi itu sudah betul. Saya selaku Ketua Komisi ini merekomendasikan semua BUMD itu kalau memang tidak sesuai target, dilebur aja,” kata Ismail, Kamis (20/3).
Ismail merasa langkah tersebut sudah tepat agar BUMD dapat serius menjalankan tugasnya. Sebab BUMD adalah institusi yang penting untuk meningkatkan PAD Kota Makassar.
“Karena bagaimana PAD Kota Makassar bisa meningkat kalau main-main terus ini BUMD-nya. Bagaimana kita mau maju-maju ke depan untuk melaksanakan fungsi-fungsi selaku pengawasan anggota DPRD kalau begini terus main-main BUMD nya,” ujarnya.
“Jadi kalau memang BUMD tidak capai target yang sudah ditentukan oleh pemerintah selesaikan saja, saya sepakat itu, saya sepakat dengan Pak Appi,” jelas legislator Golkar Makassar itu.
Ismail pun merekomendasikan Munafri agar direksi yang direkrut di BUMD adalah orang-orang profesional di bidangnya, dan bukan atas dasar pertemanan.
“Saya selalu menekankan rekomendasi kamis di Komisi B bahwasanya dalam hal memilih direksi-direksi yang ada jangan mengutamakan pertemanan dan persahabatan. Utamakan profesionalisme pekerjaan,” ujarnya.
Ismail merasa BUMD bisa memiliki kinerja yang baik jika dikelola oleh orang yang tepat dan sesuai bidangnya. Olehnya itu, ia mendorong Munafri untuk menempatkan profesional di jajaran direksi BUMD.
“Kalau pun itu misalnya ada orang dekatnya Pak Appi kemudian tidak profesional dalam hal jabatan, udah jangan dipakai,” ujarnya.
“Tetapi kalau itu sifatnya dia profesionalisme dan memang dia sesuai dengan fungsinya masing-masing di BUMD itu ya kenapa tidak. Itu lebih bagus. Jadi orang-orang profesional yang ditempatkan supaya bagus kinerjanya BUMD,” tutup Ismail. (*)