KORMI Kota Makassar Gelar Forkot 2026, Target Lima Ribu Peserta

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar menargetkan hingga lima ribu peserta meramaikan Festival Olahraga Rekreasi Kota (Forkot) 2026.
Forkot 2026 juga menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-419ETUA yang jatuh pada 9 November mendatang.
Ketua KORMI Kota Makassar, Andi Ryan Adrianto mengatakan opening ceremony Forkot 2026 rencananya akan dilaksanakan di Anjungan City Of Makassar pada Sabtu 17 September.
“Forkot ini adalah kegiatan pertama di KORMI Kota Makassar yang Insyaallah menghadirkan partisipasi kurang lebih 3 ribu sampai 5 ribu peserta yang tersebar di 15 kecamatan,” kata Andi Ryan Adrianto, Kamis (15/9).
Andi Ryan melanjutkan, sebanyak 23 Induk Organisasi Olahraga (Inogra) yang berada di bawah naungan KORMI Kota Makassar akan diperlombakan di Forkot 2026.
23 Inogra tersebut dikelompokkan ke dalam tiga komisi. Yakni OPT (Olahraga Petualangan dan Tantangan), OKK (Olahraga Kesehatan dan Kebugaran), dan OTKB (Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya).
Cabang olahraga yang diperlombakan seperti, panco, airsoft, zumba, senam kreasi, pencat silat nusantara, kasti, serta olahraga rekreasi lainnya.
“Kita berharap partisipasi masyarakat di sini, karena di KORMI tidak mengenal usia jadi siapapun bisa ikut berpartisipasi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Forkot 2026, Abadi Gunawan, mengatakan panitia telah menyiapkan 486 medali untuk diperebutkan para peserta dari 23 Inogra yang dipertandingkan.
“Medali yang diperebutkan di Forkot pertama ini ada 486 medali emas, perak, dan perunggu. Setiap inogra mempertandingkan masing-masing tiga kategori,” jelas Abadi.
Ia menjelaskan venue lomba tersebar dibeberapa lokasi. Diantaranya, Karebosi, GOR Sudiang, Mal Phinisi, Masjid Agung 45, Panakukang Square, hingga Hadin Stable Universitas Hasanuddin.
“Jadi Forkot ini tidak hanya terpusat di satu tempat, tapi kita ingin hadir di setiap kecamatan, tersebar,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Abadi, Forkot 2026 juga melibatkan semua kelas usia. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia).
“Ada yang usia SD, 5 sampai 9 tahun. Bahkan sampai ada usia lansia 50 tahun ke atas. Misalnya di kordi itu ada competation line dance ada kategori khusus usia 50 tahun ke atas. Jadi semua bisa terlibat,” ucap Abadi.