Kepala BRIDA Makassar Pimpin Apel Pagi, Tekankan Percepatan Penginputan IGA dan Edukasi Pemilahan Sampah

Kepala BRIDA Makassar Pimpin Apel Pagi, Tekankan Percepatan Penginputan IGA dan Edukasi Pemilahan Sampah

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Walikota Makassar yang diwakili Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar, H. Haidil Adha, S.Sos., M.M., CHRM., bertindak sebagai pembina pada apel pagi yang dilaksanakan di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar, Senin (3/8/2026).

 

Dalam amanatnya, Haidil Adha menekankan pentingnya percepatan pemenuhan eviden Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 sekaligus mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah dari sumbernya.

 

Pada kesempatan tersebut, Haidil Adha mengingatkan bahwa waktu penginputan eviden IGA Tahun 2026 semakin terbatas sehingga seluruh perangkat daerah diharapkan memberikan perhatian penuh terhadap penyelesaian dokumen dan kelengkapan indikator inovasi.

 

Menurutnya, setiap inovasi yang telah dihasilkan tidak hanya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga didukung dengan eviden yang lengkap agar dapat dinilai secara optimal dalam kompetisi Innovative Government Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

 

Ia menegaskan bahwa Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar akan terus memberikan pendampingan kepada seluruh perangkat daerah dalam proses penyempurnaan eviden inovasi.

 

Pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan setiap inovasi terdokumentasi dengan baik sesuai pedoman teknis, sehingga mampu meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah Kota Makassar.

 

Penekanan ini sejalan dengan arahan Pemerintah Kota Makassar yang meminta seluruh perangkat daerah mempercepat penginputan eviden serta memastikan seluruh indikator penilaian IGA terpenuhi sebelum batas waktu yang ditetapkan.

 

Selain menyoroti penguatan inovasi daerah, Haidil Adha juga mengajak seluruh ASN untuk mengambil peran aktif dalam mendukung program pengelolaan lingkungan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah.

 

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan langsung ASN sebagai teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan masing-masing.

 

Ia berharap setiap ASN dapat menyampaikan edukasi secara berkelanjutan kepada keluarga, tetangga, maupun masyarakat mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah tangga.

 

Langkah sederhana tersebut diyakini mampu mendukung pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan di Kota Makassar.

 

Lebih lanjut, Haidil Adha menegaskan bahwa inovasi tidak hanya diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi maupun digitalisasi pelayanan publik, tetapi juga melalui perubahan pola pikir dan perilaku yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Oleh karena itu, seluruh ASN diharapkan mampu mengintegrasikan semangat inovasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Kota Makassar.

 

Melalui apel pagi tersebut, Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah, mempercepat penyelesaian penginputan eviden Innovative Government Award Tahun 2026, serta mendorong partisipasi aktif ASN dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Makassar yang lebih inovatif, bersih, dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait
Baca Juga