Jelajah Sampah Tiba di Biringkanaya, Melinda Aksa: Perubahan Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah

Jelajah Sampah Tiba di Biringkanaya, Melinda Aksa: Perubahan Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah

 

MAKASSAR,KATABERITA.CO — Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka rangkaian Jelajah Sampah Makassar 2026 di Kecamatan Biringkanaya, yang menjadi titik ke-13 pelaksanaan kegiatan tersebut.

Bertempat di Lapangan Kompleks Sika Maseang, Kelurahan Berua, Sabtu (15/8/2026), Melinda mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat kesadaran memilah dan mengelola sampah sejak dari sumber sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan Kota Makassar yang bersih dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Melinda menekankan bahwa persoalan sampah tidak dapat hanya diselesaikan melalui proses pengangkutan dan pembuangan.

Perubahan, menurutnya, harus dimulai dari sumber, terutama dari rumah tangga sebagai penghasil sampah setiap hari.

“Kalau kita bicara tentang lingkungan, perubahan itu dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita. Dari rumah, dari dapur kita, dari bagaimana kita memperlakukan sampah yang kita hasilkan setiap hari,” ujar Melinda.

Sebagai Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda menilai Jelajah Sampah menjadi ruang penting untuk mendekatkan isu lingkungan kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya mengajak warga melihat kondisi lingkungan, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai apa yang dapat dilakukan terhadap sampah yang dihasilkan sehari-hari.

“Jelajah Sampah bukan sekadar datang kemudian memungut sampah. Kita ingin masyarakat melihat langsung kondisi lingkungannya, mengetahui sampah apa yang dihasilkan setiap hari, lalu memahami apa yang bisa dilakukan terhadap sampah tersebut,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Jelajah Sampah di Biringkanaya dikemas secara edukatif dan interaktif melalui kegiatan indoor maupun outdoor.

Masyarakat diperkenalkan dengan berbagai metode pengelolaan sampah, di antaranya budidaya maggot, eco-enzyme, biopori, dan komposter.

Berbagai produk hasil pemanfaatan dan daur ulang sampah juga ditampilkan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa sampah yang dikelola dengan tepat masih dapat memberikan manfaat.

Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan plogging, yakni aktivitas memungut sampah sambil berolahraga, yang dilanjutkan dengan pemilahan dan penimbangan sampah yang berhasil dikumpulkan.

Dari aksi plogging di Kecamatan Biringkanaya, tercatat sebanyak 47 kilogram sampah berhasil dikumpulkan. Sampah tersebut terdiri dari 20 kilogram sampah organik, 16 kilogram sampah anorganik, dan 11 kilogram sampah residu.

Pada kesempatan yang sama, Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Makassar menyerahkan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp75 juta kepada Kecamatan Biringkanaya yang diterima langsung oleh Camat Biringkanaya Maharuddin.

Menurut Melinda, kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan komunitas menjadi kekuatan penting dalam memperluas gerakan pengelolaan lingkungan di Kota Makassar.

“Makassar Bebas Sampah 2029 bukan hanya target pemerintah. Ini adalah target kita bersama. Ketika masyarakat mulai memilah dan mengelola sampah dari rumah, kita sudah mengambil satu langkah besar untuk lingkungan Makassar,” ujarnya.

Melalui gerakan ini, Dewan Lingkungan bersama pemerintah dan masyarakat terus mendorong pengelolaan sampah dari sumber sebagai bagian dari langkah menuju Makassar Bebas Sampah 2029.

Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, perwakilan Pusdal Lingkungan Hidup Sulawesi-Maluku, Anggota Dewan Lingkungan Hidup, Camat Biringkanaya bersama Ketua TP PKK Kecamatan Biringkanaya, Tripika Kecamatan Biringkanaya, Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan beserta jajaran, para lurah se-Kecamatan Biringkanaya, para kader PKK, serta para Ketua RT dan RW.(*)

Baca Juga