IGS 2026 Hasilkan 37 Peluang Bisnis, Pemkot Makassar Kawal Tindak Lanjut Investasi

IGS 2026 Hasilkan 37 Peluang Bisnis, Pemkot Makassar Kawal Tindak Lanjut Investasi

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 tidak hanya menjadi ajang diplomasi internasional, tetapi juga membuka peluang investasi dan perdagangan bagi Kota Makassar.

Melalui rangkaian Business Forum dan Business-to-Business (B2B) Matching, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencatat 37 peluang bisnis dari perwakilan diplomatik 13 negara.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Muhammad Mario Said, mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya minat mitra internasional terhadap produk unggulan dan potensi investasi yang dimiliki Makassar maupun Sulawesi Selatan.

“Dari hasil business matching yang difasilitasi DPMPTSP, tercatat 37 peluang bisnis dari 13 negara. Bahkan, empat hingga delapan negara di antaranya telah menunjukkan prospek yang sangat konkret menuju kerja sama bisnis,” ujar Mario.

Forum bisnis tersebut mempertemukan 20 perusahaan dan pelaku UMKM lokal dengan delegasi asing yang hadir dalam IGS 2026.

Menurut Mario, empat peluang bisnis kini memasuki tahap tindak lanjut.

Di antaranya pengembangan jaringan bisnis kopi di Fiji oleh Kopi Leluhur, rencana joint venture industri gula aren antara PT Clemira Sukses Bersama dengan mitra dari Fiji, kerja sama produk fesyen Zaini Hijab Makassar dengan pembeli asal Nigeria yang mengarah pada pembahasan nota kesepahaman (MoU), serta penjajakan ekspor produk perikanan PT Manara Atha Samudera ke Tunisia.

Selain itu, kopi Sulawesi Selatan menjadi komoditas yang paling banyak diminati delegasi internasional.

Produsen seperti TOARCO Jaya, Kopi Leluhur, Kandora Coffee, dan Kopi Setia menarik perhatian perwakilan Filipina, Ukraina, Venezuela, Fiji, Laos, Kuba, hingga Tunisia.

Tak hanya kopi, komoditas rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, dan kapulaga juga mendapat respons positif dari delegasi Ethiopia, Meksiko, Nigeria, dan Tunisia.

Produk perikanan serta fesyen lokal berbasis budaya Makassar turut diminati, bahkan salah satu transaksi pembelian fesyen terjadi langsung selama forum berlangsung.

Mario juga mengungkapkan bahwa dalam forum tersebut Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mempromosikan proyek pembangunan Stadion Untia sebagai kawasan sport tourism baru di Indonesia Timur.

“Proyek Stadion Untia dirancang menjadi pusat penggerak ekonomi baru di Indonesia Timur. Ini bukan hanya pembangunan fasilitas olahraga berstandar internasional, tetapi juga kawasan komersial yang akan menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, DPMPTSP akan menyerahkan kompilasi empat peluang bisnis prioritas kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk diteruskan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Fiji, Nigeria, dan Tunisia.

Selain itu, para pelaku usaha diminta segera mengirimkan katalog, profil perusahaan, serta sampel produk kepada calon mitra internasional agar proses penjajakan kerja sama dapat segera berlanjut menuju realisasi investasi dan transaksi perdagangan.

Berita Terkait
Baca Juga