Gathering HUT ke-102, Munafri Minta Pegawai PDAM Makassar Perkuat Profesionalitas

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar gathering pegawai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 di Pantai Indah Bosowa Makassar, Sabtu (15/8).
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta seluruh pegawai memperkuat dedikasi, integritas, dan profesionalitas untuk membesarkan perusahaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Gathering tersebut dihadiri Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum, Direktur Keuangan Wirda Fauzah Madjid, Direktur Umum Andi Taufiq Aris, Ketua PERISPAM Syahriati, jajaran pejabat struktural, serta seluruh pegawai Perumda Air Minum Kota Makassar. Panitia juga menyediakan sejumlah doorprize yang menambah semarak kegiatan.
Munafri mengatakan berbagai pembenahan yang dilakukan Perumda Air Minum mulai menunjukkan hasil. Ia mengaku turun langsung mengecek sejumlah laporan mengenai perbaikan pelayanan dan sambungan pelanggan.
“Saya turun langsung untuk memastikan apa yang saya lihat di berita maupun media sosial. Apa benar ini turun untuk diperbaiki? Apa benar sambungan yang selama ini tidak pernah mengalir sudah mengalir? Alhamdulillah, lebih dari 90 persen yang saya datangi itu nyata di depan mata saya,” kata Munafri.
Menurut Munafri, capaian tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk melanjutkan pembenahan. Namun, ia menekankan keberlanjutan perbaikan membutuhkan komitmen seluruh pegawai.
Ia mengingatkan Perumda Air Minum memiliki tanggung jawab strategis karena mengelola kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, perusahaan tidak hanya dituntut menjaga kinerja usaha, tetapi juga memastikan pelayanan air bersih dapat dirasakan warga.
“Perusahaan ini membutuhkan dedikasi kita. Perusahaan ini sudah terlalu lama menjadi tempat kita bersandar untuk keluarga. Sekarang saatnya kita memberikan dedikasi kepada perusahaan, sehingga perusahaan ini bisa menjadi sandaran kita dan masa depan kita,” ujarnya.
Munafri juga meminta pegawai tidak membangun kelompok atau faksi berdasarkan kepentingan tertentu. Menurut dia, dinamika internal perusahaan seharusnya diarahkan untuk memperkuat kerja sama dan profesionalitas.
“Jangan kita pelihara faksi-faksi. Faksi-faksi inilah yang meruntuhkan profesionalitas kita bekerja. Saya berharap yang terbangun di Perumda Air Minum adalah komitmen kekeluargaan yang profesional,” katanya.
Ia mengajak pegawai mengubah pola pembicaraan mengenai masa depan perusahaan, dari persoalan individu menuju gagasan yang dapat mendorong pertumbuhan perusahaan.
“Perusahaan akan besar kalau kita bercerita tentang gagasan besar, harapan besar, cita-cita besar, serta komitmen besar untuk membesarkan perusahaan,” ujarnya.
Munafri mengatakan pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pegawai. Dalam konteks tersebut, ia meminta jajaran direksi dan tim audit menghitung kondisi keuangan perusahaan secara cermat, termasuk kemungkinan merealisasikan gaji ke-13 bagi pegawai.
“Gaji ke-13 bukan hadiah dari saya. Bukan hadiah sama sekali, tetapi hak yang harus kalian dapatkan karena memajukan perusahaan ini,” tegasnya.
Meski demikian, Munafri menekankan realisasi gaji ke-13 harus disesuaikan dengan kondisi dan kesehatan keuangan perusahaan. Ia meminta pengelolaan laba dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab agar dapat mendukung peningkatan pelayanan sekaligus kesejahteraan pegawai.
Selain persoalan internal perusahaan, Munafri mengingatkan Perumda Air Minum untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan pelayanan akibat perubahan iklim dan potensi kemarau panjang.
“Kondisi perubahan iklim saat ini membutuhkan kerja ekstra. Kalau kemarau panjang, segala infrastruktur dan kemampuan yang dimiliki Perumda Air Minum harus disiapkan supaya air terus mengalir dan kebutuhan dasar masyarakat Kota Makassar terhadap air bersih dapat dilayani dengan baik,” katanya.
Menurut Munafri, kesiapan menghadapi tantangan tersebut merupakan tanggung jawab seluruh jajaran, bukan hanya direksi atau kepala bagian. Setiap pegawai diminta berkontribusi sesuai tugas dan kapasitas masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya sikap pegawai saat berinteraksi dengan pelanggan. Menurutnya, pelayanan prima harus tercermin dari cara petugas memperlakukan masyarakat saat menjalankan tugas di lapangan.
“Saya ingin ketika pegawai Perumda Air Minum datang ke rumah masyarakat, mereka datang dengan senyum dan menyambut dengan ramah. Jangan sampai masyarakat justru mengeluh ketika pegawai kita datang,” ujarnya.
Munafri menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika menerima laporan mengenai perilaku pegawai yang tidak sesuai dengan standar pelayanan. Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.
Di sisi lain, Munafri menegaskan dirinya tidak ingin mengintervensi pengelolaan internal Perumda Air Minum. Ia berharap perusahaan dapat menjalankan tata kelola secara profesional dan mandiri sebagai badan usaha milik Pemerintah Kota Makassar.
“Saya tidak pernah masuk untuk mengintervensi apa-apa di dalam Perumda Air Minum karena saya ingin memperlihatkan bahwa ini adalah perusahaan yang independen, yang mampu mengurus dirinya sendiri,” katanya.
Terkait kepemimpinan perusahaan, Munafri menyampaikan proses pemilihan direksi definitif masih berjalan. Ia mengatakan siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Perumda Air Minum harus mendapat dukungan dari seluruh pegawai untuk menjalankan tanggung jawabnya.
“Siapa pun nanti yang ada adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kita. Mereka adalah orang-orang yang berkomitmen untuk membesarkan perusahaan ini,” ujarnya.
Memasuki usia 102 tahun, Munafri berharap Perumda Air Minum Kota Makassar dapat menjaga keseimbangan antara kinerja usaha dan pelayanan publik. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan laba, tetapi juga dari manfaat pelayanan yang dirasakan masyarakat.
“102 tahun bukan usia yang muda. Saya berharap kita menjadi salah satu perusahaan air minum yang tidak hanya mengejar laba perusahaan, tidak hanya berpikir tentang keuntungan, tetapi bagaimana pelayanan prima bisa sampai di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam gathering tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari untuk memperkuat perusahaan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.