DPPPA Makassar Tingkatkan Edukasi Bahaya Napza bagi Generasi Muda

DPPPA Makassar Tingkatkan Edukasi Bahaya Napza bagi Generasi Muda

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar edukasi bahaya Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), selama dua hari, Rabu sampai Kamis, 12 – 13 Agustus 2026.

Mengusung tema Pencegahan dan Penanganan Napza pada Anak, kegiatan ini menghadirkan narasumber pada hari pertama, Kepala BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Sulsel (Sulawesi Selatan) Brigjenpol Drs Agung Prabowo, dan Anggota DPRD Kota Makassar Irmawati Sila.

Hari kedua, Founder Novuna Foundation Dr Novita Kumala Sari, serta Ketua Bidang Kajian Informasi dan Media LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Sulsel Sunarti Sain.

Kepala DPPPA Kota Makassar, drg Ita Isdiana Anwar mengatakan peredaran Napza kini bergerak cepat, terselubung, dan tidak lagi memandang usia maupun status sosial. Modus bujuk rayu menyasar anak-anak, baik di lingkungan pergaulan, media sosial, hingga ruang-ruang bermain.

“Sering kali, anak yang terjerumus penyalahgunaan Napza berawal dari hal-hal sederhana: rasa ingin tahu, tekanan teman sebaya, atau sekadar mencari tempat pelarian dari rasa sepi dan kebingungan,” terangnya.

Pencegahan NAPZA tidak akan cukup jika hanya mengandalkan larangan atau ancaman. Pencegahan paling efektif dimulai dari komunikasi yang empati dan
humanis.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Khusus Anak (PKA) DPPPA Kota Makassar, Isnaniah Nurdin menyebutkan kegiatan ini menghadirkan peserta dari unsur ketua shelter warga, ketua unit PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat).

Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), ketua komite sekolah, guru BK (Bimbingan Konseling), orang tua wali/anak, ketua OSIS, ketua Pramuka, anak pemulung TPA Antang, dan anak komunitas masyarakat pesisir.

“Secara umum kegiatan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pencegahan penyalahgunaan Napza pada anak melalui penguatan kapasitas sekolah, masyarakat, aparat, dan pelajar sebagai bagian dari sistem perlindungan,” sebutnya.

Harapannya melalui edukasi ini pemahaman peserta mengenai pencegahan dan penanganan anak dengan Napza semakin meningkat, terbangun sinergi lintas sektor dalam perlindungan anak, terbentuk agen pelopor anti Napza di sekolah, dan lahir komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang bebas Napza. (*)

Berita Terkait
Baca Juga