Dishub Makassar Fokus Tekan Kemacetan Lewat Tertib Berlalu Lintas

Dishub Makassar Fokus Tekan Kemacetan Lewat Tertib Berlalu Lintas

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menegaskan komitmennya menekan angka kemacetan dengan mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmennya, Dishub menggelar Forum Lalu Lintas ‘Mewujudkan Masyarakat Tertib Berlalu Lintas dalam Mendukung Masyarakat Bebas Macet’, di Hotel Novotel, Rabu (10/9).

Kepala Dishub Makassar, Muhammad Rheza, menegaskan bahwa kemacetan tidak bisa sepenuhnya dihilangkan, namun dapat diminimalisir melalui penanganan secara bertahap.

“Kalau kita bicara macet, saya rasa di mana pun kota di Indonesia ini tidak akan pernah selesai. Tetapi setidaknya kita bisa mengurangi kemacetan,” ujar Rheza.

“Banyak sumber kemacetan di kota kita, namun pelan-pelan satu per satu kita urai, kita amati, kemudian kita carikan solusi,” tambahnya.

Beberapa titik macet menjadi perhatian Dishub yaitu ruas Jalan dr Leimena hingga Antang yang memiliki simpang tujuh.

Kawasan Bukit Baruga, Jalan Veteran Selatan, Urip Sumoharjo, hingga Sungai Saddang yang sempat ramai diperbincangkan warga.

“Di sekitar Jalan Bukit Baruga itu sangat crowded di pagi dan sore hari sehingga menjadi fokus kami. Begitu juga di Jalan Veteran Selatan, Urip Sumoharjo, dan Sungai Saddang yang diminta warga dibuka kembali menjadi dua jalur,” jelasnya.

Selain itu, masalah lampu lalu lintas di pertigaan Alauddin-Pettarani juga menjadi perhatian serius.

“Traffic light di pertigaan Alauddin-Pettarani mati pasca kerusuhan kemarin. Ada juga aspirasi masyarakat yang ingin agar arus lalu lintas dikembalikan seperti dulu. Ini pelan-pelan akan kita bahas,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti masalah truk parkir liar di Tallo serta pelanggaran lalu lintas.

Meski demikian, Muhammad Rheza bersyukur beberapa permasalahan sudah teratasi, seperti di kawasan Perintis dan Middle Ring Road Unhas yang kini lebih tertib setelah dibuka median jalan dan dipasang lampu merah.

“Alhamdulillah, yang di Jalan Perintis dan Middle Ring Road Unhas sudah ada solusi. Sisa tembusan dari Jalan Baru ke dr Leimena Inpeksi Kanal masih banyak pelanggaran, tapi anggota sudah pasang barrier untuk menghalau mobil agar tidak melawan arah,” beber Rheza.

Rheza menegaskan bahwa keterbatasan personel dan infrastruktur menjadi tantangan besar. Namun Dishub tetap berkomitmen hadir untuk masyarakat.

“Memang tidak ringan kerja kami di Dishub, dengan personel yang sangat minim dan fasilitas yang terbatas,” ungkapnya.

“Tetapi kami berusaha memberikan yang terbaik. Kalau dulu masyarakat bilang tidak pernah lihat Dishub di jalan, alhamdulillah sekarang anggota kami sudah bersama-sama polantas di titik-titik kemacetan,” Rheza melanjutkan.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Nauli Rahim Siregar yang turut hadir dalam forum tersebut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya sangat mengapresiasi, dan ini sebuah kegiatan yang harus dilakukan secara berkesinambungan dan kontinu, karena memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjadi tertib berlalu lintas,” ucapnya.

“Salah satu problematika di kota metropolitan adalah soal kemacetan. Nah, kemacetan ini harus dicarikan solusinya, bukan dibiarkan. Dan salah satu bentuk pencarian solusi adalah dengan adanya forum-forum seperti ini,” lanjutnya.

Ia juga menyarankan agar forum seperti ini tidak hanya berhenti di level kota, melainkan diturunkan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Saya menyarankan juga nanti ada turunan dari forum ini di tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan, sehingga edukasi itu bisa langsung menyentuh akar rumput di masyarakat,” jelasnya.

Forum Lalu Lintas ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, mulai dari aparat kepolisian, perwakilan pemerintah, hingga tokoh masyarakat, dengan tujuan bersama mewujudkan masyarakat tertib berlalu lintas dan mendukung Makassar bebas macet.

Berita Terkait
Baca Juga