Dinas Perpustakaan Makassar Dorong Pemanfaatan Buku Bermutu di 43 Perpustakaan Kecamatan dan Kelurahan

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Dinas Perpustakaan Kota Makassar mendorong 43 perpustakaan kecamatan, kelurahan, dan kepulauan penerima Bantuan Bahan Bacaan Bermutu (BBB) dari Perpustakaan Nasional RI untuk mengoptimalkan pemanfaatan koleksi bagi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Lokakarya Pengelolaan Perpustakaan Umum Kecamatan, Kelurahan dan Kepulauan Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan Kota Makassar melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca di Aston Makassar Hotel & Convention Center, Kamis (17/9).
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Syahruddin, dan diikuti 90 peserta dari unsur kecamatan, kelurahan, serta tenaga perpustakaan.
Sejumlah sekretaris camat, lurah, dan sekretaris lurah turut hadir.
Syahruddin mengatakan, bantuan buku dari Perpusnas RI tidak boleh hanya menjadi koleksi yang tersusun di rak, tetapi harus dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan dan sarana kegiatan literasi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan perpustakaan membutuhkan pengelolaan yang baik, tenaga pengelola, dukungan anggaran, serta kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Bantuan buku yang kita terima merupakan peluang sekaligus tanggung jawab. Buku-buku tersebut harus sampai kepada masyarakat dan dimanfaatkan melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat,” ujarnya.
Hingga 2025, sebanyak 43 perpustakaan di Kota Makassar telah menerima BBB dari Perpusnas RI.
Rinciannya terdiri atas 11 perpustakaan kecamatan, 28 perpustakaan kelurahan, dan empat perpustakaan kepulauan.
Masing-masing perpustakaan penerima mendapatkan 1.000 judul bahan bacaan bermutu serta satu unit lemari atau rak buku.
Lokakarya menghadirkan Kepala Bidang Perencanaan, Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Makassar, Andi Irwan Andanawijaya, sebagai narasumber materi strategi penganggaran perpustakaan.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Pelatih Ahli Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Bahan Bacaan Bermutu, Nazaruddin, menyampaikan materi tentang praktik pemanfaatan BBB bagi masyarakat.
Plt Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Tulus Wulan Juni, mengatakan lokakarya tersebut diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret dalam pengembangan perpustakaan di masing-masing wilayah.
“Yang paling penting dari lokakarya ini adalah apa yang dilakukan setelah kegiatan selesai. Kita ingin bantuan buku bermutu benar-benar diberdayakan, perpustakaan memiliki kegiatan yang terencana, dan pemerintah kecamatan serta kelurahan memiliki komitmen untuk mendukung keberlanjutan perpustakaan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) berdasarkan perpustakaan masing-masing. RTL tersebut mencakup rencana pemanfaatan BBB, pengembangan kegiatan literasi, pengelolaan perpustakaan, serta langkah yang akan dilakukan di wilayah masing-masing.
Dokumen RTL selanjutnya menjadi bahan bagi Dinas Perpustakaan Kota Makassar dalam melakukan monitoring, evaluasi, dan pembinaan teknis terhadap perpustakaan penerima bantuan.
Melalui langkah tersebut, koleksi bahan bacaan bermutu diharapkan tidak berhenti sebagai koleksi perpustakaan, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan budaya baca dan literasi di Kota Makassar.