Danny Pomanto Ngopi Bareng Tokoh Pemuda dan Masyarakat Bantaeng, Bahas Masa Depan Sulsel

Danny Pomanto Ngopi Bareng Tokoh Pemuda dan Masyarakat Bantaeng, Bahas Masa Depan Sulsel

BANTAENG, KATABERITA.CO – Ketua IKA Unhas Sulsel Moh Ramdhan Pomanto bersama tokoh masyarakat dan pemuda Bantaeng bersilaturahmi serta ngopi bareng membahas masa depan Sulsel.

Pertemuan lepas ini sebagai rangkaian acara Pelantikan dan Rapat Koordinasi
Pengurus IKA Unhas Kabupaten Bantaeng Periode 2022-2026, di Warkop Konijiwa Bantaeng, Kamis (4/5).

Sebagai ketua, Danny Pomanto yang juga Wali Kota Makassar sudah memiliki konsep mengimplementasikan pengabdian alumni di masyarakat.

Apalagi, Kabupaten Bantaeng disebutnya sebagai wilayah yang memiliki lahan subur dan potensi sumber daya alam yang luar biasa. Sehingga sayang jika tidak dikembangkan dengan maksimal.

Makanya, ngopi bareng ini merupakan salah satu inisiasi untuk membangun gagasan pengembangan wilayah dengan julukan Butta Toa ini.

Dalam perbincangan lepas tersebut, alumnus Arsitektur Unhas ini mengatakan wilayah Bantaeng tidak besar tetapi indah, subur lantaran memiliki Gunung Lompobattang.

Lahan subur itu sangat penting karena kini menjadi perebutan banyak negara di dunia. Termasuk alasan perang karena merebut lahan gandum.

Jadi, selanjutnya tinggal bagaimana lahan subur itu dimanfaatkan dengan komoditi unggulan.

“Sebagai Ketua IKA Unhas Sulsel, pikiran saya akan bangun Sulsel secara anatomi; fungsi dan perannya bukan berdasarkan administrasi. Dan hebatnya, Bantaeng ada pada posisi pesisir dan pegunungan. Jika Sulsel diumpamakan sebagai manusia maka Bantaeng itu tumitnya. Dan di situ inti saraf manusia,” kata Danny Pomanto.

Makanya Bantaeng merupakan tumpuan Sulsel. Termasuk hasil laut seperti rumput laut yang merupakan komoditi paling dicari di Australia karena dapat membuat plastik daur ulang yang menjadi semangat eco green life.

Makanya, jika dilihat dari pesisir selatan, Bantaeng merupakan tempatnya.

Menanggapi pernyataan Danny Pomanto, seorang Petani Bantaeng yaitu Hamzah mengaku para petani masih kesulitan dalam hal pemasaran hasil tani.

Meski, dia sepakat bahwa SDA Bantaeng sangat mumpuni.

“Banyak gerakan pemuda yang masuk dalam produksi pertanian alami tetapi pasarnya masih kurang,” kata Hamzah yang juga tokoh pemuda Bantaeng ini di sela-sela diskusi.

Termasuk, tambah dia, persoalan pupuk yang kerap sulit diperoleh petani.

Dia berharap curhatan itu dapat menjadi solusi kedepannya bagi IKA Sulsel untuk dapat membantu memberi solusi.

Berita Terkait
Baca Juga