Danny Pomanto Gagas Tokomoditi Tekan Inflasi, Saluran Distribusi Komoditi Berbasis Kelurahan

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menekan inflasi.
Salah satunya melalui Tokomodito, saluran distribusi komoditi berbasis kelurahan.
Inovasi ini merupakan gagasan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Tokomoditi berfungsi sebagai outlet di kelurahan yang akan menyalurkan bahan pokok.
Lokasinya di masing-masing Kontainer Makassar Recover yang tersebar di kelurahan.
“Jadi nanti masuk di Tokomoditi itu, masuk semua di situ. Nah ini juga artinya sudah disiapkan hilirisasi lorong wisata-nya,” kata Danny Pomanto.
Memastikan pengendalian inflasi di Kota Makassar berjalan maksimal, ia meminta OPD menjalin kerja sama antar daerah agar distribusi dan stoknya ada.
Program ini menggunakan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) Pemkot Makassar.
Tokomoditi masuk dalam program insidentil untuk menekan angka inflasi di Kota Makassar.
Danny Pomanto berharap agar ada penanggung jawab di masing-masing kontainer.
“Tugas lurah untuk menyampaikan ini,” ucapnya.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar Arlin Ariesta menyampaikan ada dua hal yang dilakukan pemerintah dalam pengendalian inflasi.
Pertama yaitu memaksimalkan pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah di Kontainer Makassar Recover.
Kedua menyiapkan kelompok usaha di kelurahan sebagai saluran distribusi komoditas bahan pokok berbasis kelurahan yang diistilahkan Tokomoditi.
Pasar murah dan lperasi pasar, kata Arlin dilakukan dengan memperhatikan tren fluktuasi harga bahan pokok yang mengalami kenaikan secara signifikan.
Dari situ, kata Arlin maka akan dilakukan intervensi penyaluran distribusi melalui posko Makassar Recover.
“Pasar murah itu dilakukan untuk mendorong daya beli masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah. Sedangkan operasi pasar untuk intervensi harga naik dan ketersediaan pasokan,” ucap Arlin.
Sementara, Tokomoditi lanjut Arlin, adalah wirausaha kelurahan yang akan bekerja sama dengan BULOG, distributor bahan pokok untuk menyalurkan dan menjual bahan pokok dengan harga standar pemerintah.
Serta sebagai pusat penjualan komoditi dari lorong wisata terutama hasil gerakan menanam di Lorong Wisata.
Saat ini ada beberapa bahan pokok yang telah dikoordinasikan yaitu beras, minyak goreng, dan gula pasir yang mengalami kenaikan harga dan keterbatasan stok.
Jadi kelompok usaha bersama binaan pemerintah kelurahan, menampung sayur mayur, hasil UMKM termasuk hasil tanaman cabai dan bawang.
“Nantinya itu (Tokomoditi) juga akan menjadi pusat penampungan hasil lorong wisata, mereka lakukan pengepulan dan penjualan lagi,” jelasnya.
Ia berharap agar aksi inu dapat menekan laju inflasi khususnya pada bahan pangan.
Termasuk menggerakkan roda perekonomian atau sirkulasi ekonomi.
Arlin juga menegaskan langkah itu bukan berarti mengganggu pasar modern ataupun tradisional karena yang disalurkan ialah bahan pokok tertentu dan bahan pokok yang ditetapkan harganya oleh pemerintah.
“Diharapkan pula ini terus berlanjut, pengelola Tokomoditi ini didorong terus dalam berwirausaha melalui Dinas Koperasi dan UKM agar mereka mandiri. Berkembang sebagai kelompok wirausaha bersama,” imbuhnya.