Danny Pomanto Ajak Delegasi Wellcome Trust dan Monash University Kuatkan Ekosistem Ekonomi Lorong Wisata

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengajak delegasi Wellcome Trust dan Monash University untuk terus menguatkan ekosistem ekonomi di Lorong Wisata.
Sejauh ini, kata Danny Pomanto, progres terhadap ekosistem ekonomi di Lorong Wisata sangat berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi, hingga menekan gini ratio atau kesenjangan.
Di hadapan Director of The Intervention, Revitalising Informal Settlement and their Environment (RISE) Associate Dean International And Engagement Monash University, Prof Diego Ramirez dan RISE Director Of Assesment Prof Karin Leder dan delegasi Wellcome Trust, Danny Pomanto memaparkan gagasannya membentuk Lorong Wisata berdampak terhadap sirkulasi ekonomi masyarakat.
Dia mengajak masing-masing delegasi untuk bekerja sama dengan Pemkot Makassar dalam pengembangan ekosistem ekonomi di Lorong Wisata yang juga disebutnya sebagai sel-sel masyarakat itu.
“Intinya teman-teman delegasi dapat terlibat di Lorong Wisata dan dapat tumbuh dengan economic sircularnya sehingga sustainable atau berkesinambungan,” kata Danny Pomanto disela-sela pertemuannya, di Amirullah, Senin (10/4).
“Bukan hanya menjual produk tanaman cabai atau budidaya perairan seperti lobster tetapi lebih jauh mengolahnya menjadi produk bernilai tambah,” tambah Danny Pomanto.
Ia mencatat ada 5 ribu lorong di Makassar, dan 2022 lalu sudah ada 1.096 lorong yang dibranding menjadi Lorong Wisata.
Tahun ini targetnya seribu lorong lagi. Klaster-klaster ekonomi Lorong Wisata memperkuat ekonomi, apalagi di dalamnya UMKM atau Small Medium Enterprise, dan banyak hal lain.
Dari situ ekosistem pun terbentuk, termasuk membuat digitalisasi untuk big data Metaverse.
Seperti ada QR Code untuk penduduk, data pribadi, digital address, medical record, financial record, semuanya.
Rumah-rumah dibuat tiga dimensi. Pun, mengukur tingkat sosial sehingga ada mitigasi sosial; social caring, social sharing.
“Di Lorong Wisata inilah saya mengajak masyarakat menanam sejumlah komoditi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini sejalan dengan kebijakan pusat untuk memerangi inflasi, juga food security. Termasuk menguatkan hubungan sosial masyarakat karena adanya kerja sama di lorong,” ujarnya.
Ia mengatakan semuanya dimulai dari ekonomi mikro sehingga dampaknya sekaligus termasuk menekan gini ratio atau kesenjangan ekonomi.
Hasilnya, kini Lorong Wisata pun menjadi ruang produktif dan etalase kota atau tujuan pariwisata.
Pun, dengan program Lorong Wisata ini, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai 5,40% dari sebelumnya 4,47%.
Selain itu inflasi Kota Makassar juga turun, berdasarkan data BPS Makassar, sejak November tahun lalu mencapai 5,99% lalu turun mencapai 5,72% pada Februari 2023.
Jumlah penduduk miskin di Kota Makassar juga turun. Pada 2021 berjumlah 74.690, sedangkan 2022 turun menjadi 71.830.
Sementara itu, di tengah kerja sama dengan RISE, ke depannya kelanjutan kolaborasi dengan Pemkot Makassar sendiri. Saran dia, pula dapat fokus pada ekosistem persampahan.
Apalagi, program bank sampah di Kota Makassar berhasil membawa salah satu industri swasta ke Kota Makassar untuk mengolah sampah yang telah dipilah dari Bank Sampah.
Lagi-lagi, kata dia, ekosistem seperti Bank Sampah ini bakal merangsang ekonomi masyarakat lorong dengan dapat mengolah bahan yang tak terpakai menjadi layak guna.
“Nah, kita bisa kolaborasi dengan RISE di situ. Memperkuat ekosistem bank sampah yang sudah ada,” saran Danny Pomanto.