BRIDA Makassar Lanjutkan Pendampingan Pelaporan Inovasi Perangkat Daerah Angkatan IV dan IID 2026

BRIDA Makassar Lanjutkan Pendampingan Pelaporan Inovasi Perangkat Daerah Angkatan IV dan IID 2026

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola inovasi daerah, Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar kembali melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Progres Pelaporan Inovasi Perangkat Daerah, Pendampingan Penginputan Evidence pada Aplikasi Indeks Inovasi Daerah, serta Konsultasi dan Verifikasi Kelengkapan Dokumen Inovasi untuk Angkatan IV. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Rabu, 8 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WITA di Ruang Sipakalebbi.

 

Pelaksanaan Angkatan IV merupakan bagian dari rangkaian pembinaan inovasi daerah yang terus dilakukan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar dalam mempersiapkan perangkat daerah menghadapi pelaksanaan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026.

 

Melalui monitoring, evaluasi, konsultasi, dan pendampingan secara intensif, setiap perangkat daerah didorong untuk menyempurnakan substansi inovasi, melengkapi dokumen pendukung, serta memastikan evidence yang disusun telah memenuhi indikator penilaian yang ditetapkan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar, H. Haidil Adha, S.Sos., M.M., CHRM., bersama Dr. Muhammad Amri Akbar, S.P., M.Si., selaku Ketua Tim Inovasi, serta para Fasilitator Inovasi, yaitu Ikrom Trianto, S.TP., M.Kes., Masriani Mahyuddin, S.E., M.Acc., dan Dr. Ria Rezeki Sudarmin, M.Kes., yang mendampingi seluruh rangkaian kegiatan.

 

Selama kegiatan berlangsung, proses monitoring dan evaluasi difokuskan pada peninjauan kualitas pelaporan inovasi perangkat daerah, mulai dari penyempurnaan substansi inovasi, kelengkapan dokumen pendukung, hingga kesesuaian evidence yang akan diinput ke dalam aplikasi Indeks Inovasi Daerah.

 

Pendampingan dilakukan melalui diskusi dan konsultasi secara langsung sehingga setiap perangkat daerah memperoleh masukan dalam menyempurnakan inovasi yang dikembangkan.

 

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar, H. Haidil Adha, S.Sos., M.M., CHRM., menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya inovasi yang berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

 

Menurutnya, inovasi yang berkualitas perlu didukung oleh proses dokumentasi dan pelaporan yang baik agar manfaatnya dapat terukur dan menjadi referensi dalam peningkatan pelayanan publik.

 

“Penguatan inovasi daerah tidak hanya dilakukan melalui lahirnya berbagai terobosan baru, tetapi juga melalui pembinaan yang berkesinambungan. Dengan pendampingan seperti ini, setiap perangkat daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaporan inovasinya sehingga manfaat yang dihasilkan dapat terdokumentasi secara optimal,” ujar H. Haidil Adha.

 

Sementara itu, Dr. Muhammad Amri Akbar, S.P., M.Si., selaku Ketua Tim Inovasi, menegaskan bahwa proses pendampingan memberikan kesempatan bagi perangkat daerah untuk melakukan penyempurnaan inovasi secara menyeluruh, baik dari aspek substansi, kelengkapan evidence, maupun kesesuaian dengan indikator penilaian Indeks Inovasi Daerah.

 

“Pendampingan ini merupakan bagian dari proses pembinaan yang bertujuan meningkatkan kualitas inovasi perangkat daerah. Melalui diskusi dan konsultasi yang berlangsung secara langsung, setiap perangkat daerah dapat melakukan penyempurnaan sehingga inovasi yang dikembangkan semakin berkualitas dan memiliki nilai tambah dalam mendukung peningkatan kinerja pemerintahan,” ungkap Dr. Muhammad Amri Akbar.

 

Para Fasilitator Inovasi turut memberikan asistensi teknis kepada perangkat daerah dalam melakukan verifikasi dokumen, penyempurnaan data pendukung, penyesuaian evidence, serta memastikan setiap inovasi telah memenuhi persyaratan administrasi maupun substansi sesuai ketentuan penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026.

 

Pada pelaksanaan Angkatan IV, sebanyak 54 inovasi perangkat daerah menjadi bagian dari proses monitoring, evaluasi, konsultasi, dan pendampingan. Berbagai inovasi tersebut berasal dari beragam bidang urusan pemerintahan dan mencerminkan komitmen perangkat daerah dalam menghadirkan solusi yang adaptif, efektif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

Melalui diskusi yang berlangsung selama kegiatan, setiap inovasi memperoleh masukan untuk penyempurnaan dari sisi substansi, keberlanjutan, dampak inovasi, hingga kelengkapan dokumen pendukung. Pendampingan ini diharapkan mampu menghasilkan pelaporan inovasi yang semakin sistematis, akuntabel, dan sesuai dengan indikator penilaian yang telah ditetapkan.

 

Sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan, daftar 54 inovasi perangkat daerah yang mengikuti proses Monitoring dan Evaluasi Pelaporan Inovasi Perangkat Daerah Angkatan IV disajikan pada lampiran berita ini.

 

Lampiran tersebut menjadi gambaran atas beragam inovasi yang tengah dikembangkan oleh perangkat daerah sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat budaya inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar berharap setiap perangkat daerah semakin siap mengembangkan inovasi yang berdampak nyata, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendukung peningkatan capaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin inovatif, adaptif, dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait
Baca Juga