BPBD Makassar Siapkan Langkah Antisipasi El Nino, Fokus Air Bersih dan Risiko Kebakaran

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi bencana kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak signifikan di wilayah Kota Makassar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan terdapat tiga dampak utama yang perlu diantisipasi, yakni krisis air bersih, peningkatan risiko kebakaran, dan gangguan kesehatan masyarakat.
“Krisis air tentu menjadi dampak utama. Selain itu, suhu yang meningkat juga berpotensi memicu kebakaran lebih cepat, dan dampak kesehatan seperti ISPA, penyakit kulit, hingga gangguan pernapasan juga perlu diwaspadai,” ujar Fadli, Selasa (28/4).
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Makassar bersama sejumlah stakeholder telah menyusun dokumen rencana kontinjensi (renkon) untuk berbagai skenario bencana, termasuk kekeringan.
Selain itu, BPBD menyiapkan lebih dari 1.000 unit tandon air yang akan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat terdampak.
Saat ini, sekitar 100 unit tandon telah tersedia sebagai stok awal dan mulai disalurkan berdasarkan skala prioritas di wilayah yang terdampak.
Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat bersama berbagai pihak, termasuk BUMN, sektor swasta, lembaga filantropi seperti Baznas dan Dompet Dhuafa, serta instansi terkait seperti PDAM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemadam Kebakaran.
“Koordinasi ini penting agar kesiapan lintas sektor dalam menghadapi dampak El Nino bisa berjalan optimal,” katanya.
Fadli juga menekankan pentingnya penetapan status tanggap darurat oleh pemerintah daerah agar akses terhadap sumber pendanaan seperti Belanja Tidak Terduga (BTT), Dana Siap Pakai (DSP), dan dukungan pemerintah pusat dapat dibuka.
“Status tanggap darurat ini menjadi kunci agar kita bisa mengakses bantuan pusat dan memaksimalkan penanganan bencana secara cepat dan efektif,” tegasnya.
Menurut Fadli, kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanggulangan bencana, karena sebagian besar penyelamatan saat bencana pertama kali terjadi dilakukan oleh individu dan lingkungan sekitar.
“Ketika masyarakat sudah siap, maka penanganan akan jauh lebih efektif dan tidak menimbulkan kepanikan,” ujarnya.
BPBD Makassar akan terus memperkuat kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor melalui gladi kesiapsiagaan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal menjelang puncak musim kemarau. (*)