Assesment Kepala Sekolah, Munafri Tekankan Adaptasi Pendidikan di Era AI

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter, akhlak, tata krama, dan nilai budaya lokal.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Asesmen Kepala Sekolah SD-SMP, di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9).
Menurut Munafri, pendidikan merupakan sektor vital dalam membentuk kualitas generasi masa depan.
Pembenahan pendidikan, lanjut Munafri, tidak hanya menyangkut aspek akademik, tetapi juga harus menyentuh infrastruktur.
“Tentu, kualitas tenaga pendidik, kurikulum, hingga pembentukan karakter peserta didik. Yang penting hari ini bagaimana persoalan sekolah ini bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” kata Munafri.
Karena itu, ia meminta seluruh kepala sekolah aktif menyampaikan kondisi dan persoalan krusial yang dihadapi masing-masing sekolah.
Catatan tersebut, menurutnya perlu disampaikan kepada Dinas Pendidikan agar dapat menjadi dasar pemetaan dan penentuan langkah pembenahan.
Munafri juga menegaskan pemerintah ingin memastikan anak-anak Makassar memperoleh pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses dengan baik.
“Harapan kita seluruh kepala sekolah menjalankan program dan hal sangat krusial yang terjadi di sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan yang diberikan kepada anak-anak tidak boleh hanya mengejar aspek intelektual.
Kata Munafri, sekolah juga harus menjadi ruang untuk membentuk akhlak dan karakter. Generasi yang baik, bukan hanya pintar secara intelektual, tetapi juga punya pendidikan akhlak yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyoroti kesenjangan kemampuan antara pendidik dan peserta didik dalam memahami perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta berbagai platform digital.
Kondisi tersebut menuntut guru dan kepala sekolah untuk terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal.
“Kita hidup di dalam dunia algoritma, kita hidup di dalam dunia artificial intelligence yang beberapa tahun lalu hanya merupakan khayalan masa depan dan hari ini kita hidup di dalamnya,” jelas Munafri.
Munafri juga mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar tengah mempersiapkan perubahan dan penguatan kurikulum, khususnya pada sekolah-sekolah negeri.
Arah penguatan tersebut antara lain memberikan porsi yang lebih besar terhadap pendidikan budi pekerti, tata krama, agama, serta nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, pembenahan infrastruktur pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah.
Munafri mengatakan, Pemkot Makassar akan melakukan pemetaan kondisi sekolah untuk menentukan kebutuhan prioritas, termasuk persoalan penyediaan guru.
Ia menilai kebutuhan tenaga pendidik juga harus memperhatikan keberagaman peserta didik, termasuk ketersediaan guru agama bagi siswa dari kelompok minoritas.
“Kami pemerintah kota akan menyelesaikan untuk memastikan jangan berlarut-larut dan supaya ada kepastian,” katanya saat menanggapi persoalan sekolah yang masih berstatus sengketa.
Pada kesempatan ini, Munafri berharap asesmen kepala sekolah yang terlalu dilalui setiap orang tidak berhenti pada proses evaluasi administratif.
Tetapi menjadi momentum untuk memetakan persoalan nyata di lapangan dan menyusun langkah pembenahan pendidikan secara lebih terarah.
“Dunia pendidikan menjadi dunia yang sangat vital untuk membawa generasi ini tumbuh dan berkembang. Ketika dunia pendidikan ini tidak kita sentuh secara baik, tentu hasilnya juga tidak akan memberikan dampak yang positif,” pungkasnya.
Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 464 peserta yang terdiri atas 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta.
Menurut Achi, selain asesmen kepala sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat inovasi lingkungan di satuan pendidikan.
“Saat ini, terdapat 86 inovasi yang telah dicanangkan berkaitan dengan lingkungan pada jenjang SD dan SMP di Kota Makassar,” katanya.
Menurut Achi, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak.
Karena itu, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk membangun sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendidik generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan,” tutup Achi. (*)