Arifin Manggau Kandidat Pertama Daftar Pilrek UNM: Bawa Konsep Semangat Kebersamaan

Arifin Manggau Kandidat Pertama Daftar Pilrek UNM: Bawa Konsep Semangat Kebersamaan

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Arifin Manggau resmi menjadi kandidat pertama yang mendaftar sebagai bakal calon Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM periode 2027-2031.

Arifin Manggau mengaku sengaja mendaftar paling pertama karena menjadi representase generasi muda di UNM. Sehingga, dia mengaku yang muda perlu memulai lebih dulu agar semangat yang terbangun bisa lebih baik.

“Saya membuka pendaftaran di hari pertama, supaya teman-teman yang lain juga ikut meramaikan itu. Karena saya yang paling muda, jadi yang muda lah yang memulai. Mudah-mudahan SDM kita kan banayak, jadi banyak yang mendaftar juga untuk membesarkan UNM menjadi lebih baik,” ujar Arifin Manggau usai mendaftar sebagai kandidat Rektor UNM, Senin (21/9).

Lebih lanjut, Deng Iping–sapaan akrabnya–menyampaikan, dirinya juga sengaja datang pukul 11.21 Wita, lantaran dianggap sebagai waktu yang punya makna filosofis. Sehingga, dia berharap itu bisa memberikan jalan terbaik untuk pengabdiannya di UNM ke depan.

“Plat rektor UNM kan 11, kemudian 21 itu maknanya dari orang kedua menuju orang pertama. Saya ini kan orang kedua dari rektor dan maju untuk menjadi orang yang pertama,” lanjutnya.

Selain itu, dosen sekaligus seniman itu juga menegaskan dirinya mengusung semangat kebersamaan untuk membangun UNM. Itu sebabnya, dia mengusung tagline Sama-Sama Ki.

“Soal tag line Sama-Sama Ki, itu berangkat karena saya ini alumni. Tentu menginginkan civitas akademika UNM secara merata kami inginkan. Jadi SamaSama Ki semua untuk UNM, tidak ada dikotomi di dalamnya,” jelasnya.

Berkaitan dengan wajah UNM ke depan jika dia diberi amanah untuk memimpin, dia hanya menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci utamanya. Itu sebabnya, dia akan tetap melanjutkan program terbaik yang telah diletakkan pemimpin-pemimpin sebelumnya, lalu dipadukan dengan inovasi masa depan.

“Saya akan tetap menyambung dari pimpinan-pimpinan yang sebelumnya, rektor-rektor sebelumnya, program-program beliau tetap saya ayomi. Tetapi kemudian saya juga akan menambahkan program-program yang bersifat inovasi. Jadi bukan lagi pengembangan,” kata dia.

Dia juga menyampaikan, terkait dengan digitalisasi seenarnya tidak perlu lagi disampaikan. Sebab kata dia, saat ini sudah era digital, sehingga otomatis akan berada dalam ruang-ruang tersebut.

“Digitalisasi itu tidak mesti disebutkan lagi, karena kita sudah ada di era digital. Tetapi kita perlu menawarkan program yang bersifat inovasi. Contoh, saat saya menjadi Kepala KKN, saya menciptakan inovasi laporan KKN berbentuk artikel. Jadi 10 program di daerah itu diambil satu yang unik kemudian dijadikan artikelilmiah. Secara tidak langsung, selain KKN mahasiswa kita juga belajar jurnal,” kata dia.

Dengan begitu, ke depan dia menegaskan visi-misinya akan memuat tentang inovasi, bukan lagi pengembangan. Sebab dia menginginkan keterlibatan seluruh civitas akademika UNM secara merata.

“Tentu kami juga akan tetap memikirkan sarana dan prasarana itu. Karena animo masyarakat terhadap UNM sangat besar, smentara UNM punya keterbatasan sarpras. Jadi saya rasa itu adalah prioritas saya kalau diberi amanah menjabat nanti,” jelasnya.

Selain itu, masalah demonstrasi dan tawuran juga menjadi perhaian pentingnya. Menurutnya, ini pekerjaan berat. Namun begitu, selamadia menjadi WR III sudah terurai sedikit demi sedikit.

“Insyaallah ke depan saya akan lebih intens mencari solusi tepat tentang itu. Saya kira, kemungkinan memang ada hal yang tidak sinergi antara prodi, fakultas, dan universitas. Sehingga perlu dibangun sinergitas yang kuat, sama-sama ki, untuk mengurai apa saja yang menja kelemahan selama ini,” jelasnya. (*)

Berita Terkait
Baca Juga