Antisipasi Dampak La Lina, BPBD Makassar Siagakan TRC Pantau Titik Rawan Banjir

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Fenomena La Lina diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Selatan pada akhir 2021 hingga Februari 2022.
Mengantisipasi dampak fenomena La Lina, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menyiagakan tim untuk selalu memantau titik-titik rawan banjir. Khususnya pada saat cuaca ekstrim.
“TRC BPBD kita turunkan ke lapangan untuk memonitor langsung titik-titik rawan banjir yang menjadi salah satu indikator kami dalam menentukan status,” kata Kepala BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, Senin (13/12).
Kondisi cuaca saat ini, kata Hendra tidak bisa disepelekan. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi.
Apalagi cuaca ekstrim akibat dampak dari fenomena La Lina dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti, banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, badai tropis, atau puting beliung.
“Jadi tentu saja kewaspadaan terus kita tingkatkan karena fenomena La Lina akan terus berdampak hingga Februari 2022,” tutur dia.
Kota Makassar masih berstatus siaga banjir. Kata dia, penentuan status itu bergantung hasil pemantauan petugas di lapangan terkait jumlah intensitas air hujan yang turun, serta terjadi peningkatan debit air di masing-masing pintu air.
Karenanya itu, BPBD Makassar meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Kami juga memantau kondisi cuaca melalui instrumen di war room BPBD dan selalu berkoordinasi dengan BMKG,” ungkap dia.