Aliyah Mustika Ilham Hadiri UCF 2026, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Iklim

JAKARTA, KATABERITA.CO – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Urban Climate Forum (UCF) 2026, di Pullman Jakarta Thamrin CBD, Jakarta, 16–17 September.
Forum yang diselenggarakan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) ini mengangkat tema “Mendorong Transformasi Perkotaan melalui Tata Kelola dan Aksi Iklim” atau Advancing Urban Transformation through Climate Action and Governance.
Urban Climate Forum 2026 mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, pemimpin pemerintahan lokal, mitra pembangunan, organisasi internasional, akademisi, masyarakat sipil hingga sektor swasta untuk membahas berbagai langkah konkret dalam mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berketahanan terhadap perubahan iklim.
Kehadiran Aliyah Mustika Ilham menjadi bagian dari keterlibatan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam forum yang membahas sejumlah isu strategis perkotaan.
Di antaranya mobilitas perkotaan, transisi energi, ketahanan iklim, pengelolaan sampah, Voluntary Local Review (VLR), serta pelokalan ASEAN Community Vision 2045.
Aliyah Mustika Ilham mengatakan bahwa forum tersebut menjadi ruang penting bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.
“Urban Climate Forum 2026 menjadi ruang penting bagi kami untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perkotaan, khususnya perubahan iklim. Kota Makassar terus berkomitmen mendorong pembangunan yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan, ramah lingkungan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aliyah, Rabu (16/9).
Menurutnya, tantangan perubahan iklim membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun kota yang adaptif dan berkelanjutan.
“Persoalan iklim dan pembangunan perkotaan tidak dapat diselesaikan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, forum seperti ini menjadi kesempatan bagi Makassar untuk belajar, berbagi pengalaman sekaligus membuka peluang kerja sama dengan daerah maupun jejaring kota lainnya,” tambahnya.
Forum ini juga membahas tentang bagaimana pemerintah daerah dapat menerjemahkan komitmen nasional dan regional mengenai perubahan iklim ke dalam aksi nyata di tingkat kota.
UCLG ASPAC menyebutkan bahwa forum ini diarahkan untuk mendorong pendekatan yang lebih sistematis dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan serta memperkuat tata kelola multilevel.
Bagi Kota Makassar, keikutsertaan dalam forum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan memperoleh pembelajaran mengenai berbagai praktik pengelolaan kota yang berkaitan dengan transportasi berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, ketahanan iklim dan tata kelola perkotaan.
Sejumlah isu tersebut juga menjadi perhatian dalam agenda UCF 2026.
Dalam forum, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto juga menekankan pentingnya pembangunan daerah yang tetap mengejar pertumbuhan ekonomi sekaligus selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono turut menyoroti tantangan banjir di berbagai daerah, termasuk persoalan banjir rob, penurunan muka tanah dan berkurangnya daya serap air.
Melalui keikutsertaan tersebut, Pemerintah Kota Makassar diharapkan dapat terus memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun kemitraan, serta membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan dan berketahanan iklim.
Forum ini melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai unsur pemerintahan, jejaring kota, mitra pembangunan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pakar dan sektor swasta.