0%
logo header

Rabu, 17 Januari 2024 18:14

271 Warga Mengungsi Akibat Banjir di Manggala

271 Warga Mengungsi Akibat Banjir di Manggala

Data 17 Januari 2023 pukul 14.00 wita jumlah pengungsi yang tersebar di empat titik pengungsian di Kecamatan Manggala sebanyak 271 jiwa dari 83 KK.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar beberapa hari terakhir membuat 271 warga di Kecamatan Manggala terpaksa mengungsi.

Camat Manggala Andi Eldi Indra melaporkan data 17 Januari 2023 pukul 14.00 wita jumlah pengungsi yang tersebar di empat titik pengungsian sebanyak 271 jiwa dari 83 KK.

Diantaranya di Masjid Jabal Nur 114 jiwa, Masjid Makkah Al Mukarramah 69 jiwa, Masjid Al Muttaqin 50 jiwa, dan Al Muthohirin 38 jiwa.

Baca Juga : BPBD Kota Makassar Tingkatkan Skill Tim Water Resque

“Blok 8 Kelurahan Manggala pengungsi di masjid sudah 50 orang dan akan terus bertambah bila mana intensitas hujan terus berlanjut,” kata Andi Eldi melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/1).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin melaporkan ketinggian air di Kecamatan Manggala sudah mencapai 40 centimeter.

“Ketinggian air itu kurang lebih 40 centimeter, itu di Blok 10. Tapi itu tidak menyeluruh karena kan kita tahu topografi di sana kan ada yang tinggi ada yang rendah,” ucap Hendra saat di konfirmasi.

Baca Juga : Petugas Kesehatan BPBD Makassar Beri Pendampingan Korban Banjir di Manggala

Berdasarkan laporan sementara, saat ini hanya ada satu satu kelurahan di Kecamatan Manggala yang terendam banjir. Yakni Kelurahan Manggala.

Namun pihaknya tetap melakukan pemantauan di titik-titik wilayah rawan banjir. Seperti di Kodam III Kelurahan Paccerakkang Kecamatan Biringkanaya.

“Baru di Manggala. Jadi sampai saat ini belum ada laporan signifikan. Di beberapa tempat memang tergenang tapi kemudian surut lagi,” ujarnya.

Baca Juga : BPBD Imbau Masyarakat Makassar Hati-Hati Hadapi Musim Transisi

“Di Kodam III itu beberapa titik tergenang, kemarin saja sudah ada yang tergenang tapi tidak luas. Itu cuma di jalan dan masih bisa dilalui kendaraan,” tambah Hendra.