150 Penari Binaan Disbud Makassar Bakal Hibur Presiden di Puncak HUT Kemerdekaan ke-81 di Istana Negara

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Sanggar Seni Patonro binaan Dinas Kebudayaan Kota Makassar dipercaya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Penampilan tersebut akan berlangsung sebelum prosesi pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026.
Sebanyak 150 penari akan membawakan tari kolosal bertajuk “Maeki Ri Mangkasara” (Mari ke Makassar) yang memadukan tiga unsur seni tradisi khas Makassar, yakni Tari Pakarena, Pamanca, dan Paraga.
Karya tersebut sebelumnya telah melalui proses kurasi oleh kurator tari nasional, Dr. Eko Supriyanto, M.F.A., sehingga ditetapkan sebagai salah satu pertunjukan budaya yang mewakili Sulawesi Selatan pada peringatan kemerdekaan di tingkat nasional.
Sebelum tampil di Istana Negara, tim dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) dijadwalkan meninjau langsung persiapan dan latihan para penari pada 9 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan penampilan, mulai dari akurasi gerakan, kekompakan, hingga konsep artistik tari kolosal yang akan dipersembahkan.
Keikutsertaan Kota Makassar merupakan tindak lanjut atas surat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 400.6.3/9994/DISBUDPAR tertanggal 29 Juli 2026 tentang permohonan dukungan penampilan tari kolosal Kota Makassar.
Surat tersebut menindaklanjuti undangan resmi Sekretariat Presiden Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dalam rangka pelaksanaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, mengatakan kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Kota Makassar untuk menampilkan kekayaan budaya daerah di panggung nasional.
“Ini adalah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Kota Makassar. Sanggar Seni Patonro yang merupakan binaan Dinas Kebudayaan dipercaya mewakili kekayaan budaya Sulawesi Selatan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara,” ucap Andi Patiware, Sabtu (8/8).
“Kami terus mematangkan seluruh persiapan agar penampilan nanti berjalan maksimal dan mampu menampilkan identitas budaya Makassar secara utuh,” tambahnya.
Menurutnya, tari kolosal “Maeki Ri Mangkasara” tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga membawa pesan mengenai nilai-nilai luhur masyarakat Makassar.
Tari Pakarena menggambarkan kelembutan, kesopanan, dan keanggunan perempuan Makassar. Pamanca merepresentasikan keberanian, ketangkasan, serta semangat menjaga kehormatan.
Sementara itu, Paraga menghadirkan nilai kelincahan, kerja sama, dan kebersamaan melalui permainan tradisional masyarakat Makassar.
Ketiga unsur tersebut dipadukan menjadi representasi karakter masyarakat Makassar yang menjunjung tinggi nilai Sipakatau, yakni saling memanusiakan, serta semangat Siri’ na Pacce yang mencerminkan kehormatan, harga diri, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
“Saya kira karya budaya tersebut dipersembahkan sebagai hadiah masyarakat Makassar untuk Indonesia dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung semangat persatuan, pelestarian budaya, dan penguatan identitas bangsa menuju Indonesia yang maju,” jelasnya. (*)